(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)

Admin dispmdppkb | 20 Juli 2026 | 124 kali

Senin, 20 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting melalui Program Bangga Kencana, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Posyandu Banjar Dinas Lebah Mantung, Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan edukasi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) berjalan sesuai pedoman, sekaligus meningkatkan kualitas pendampingan dalam pembiasaan konsumsi menu sehat dan bergizi. Monitoring dan evaluasi difokuskan pada evaluasi hasil pelatihan kader DASHAT tingkat kabupaten, khususnya terkait pengisian Rapor Konsumsi Menu Bergizi, Rekap Keluarga Sasaran Intervensi, serta Daftar Hadir Peserta Sosialisasi Pembiasaan Konsumsi Menu Sehat Bergizi.

Selain itu, kegiatan juga membahas berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi kader selama melaksanakan pendampingan kepada Keluarga Risiko Stunting selama 30 hari, menganalisis kondisi tumbuh kembang dan status kesehatan sasaran berdasarkan hasil rekapitulasi intervensi, serta merumuskan solusi dan tindak lanjut untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Penyuluh KB/PLKB juga diingatkan agar melakukan pencatatan dan pelaporan seluruh hasil intervensi melalui Website Kampung Keluarga Berkualitas sebagai bagian dari sistem pelaporan program.

DPMDPPKB Kabupaten Buleleng pada kegiatan ini diwakili oleh Fungsional Kependudukan dan Keluarga Berencana Ni Nyoman Triputrini, S.K.M., didampingi Penata Layanan Operasional Gede Endi Mardana Yasa, S.Pd., serta Pengadministrasi Perkantoran Ni Kadek Sudiastini.

Kegiatan dihadiri oleh Perbekel Desa Pangkungparuk, Kepala Dusun, Penyuluh KB/PLKB, Kader DASHAT, serta Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, sebagian besar kader DASHAT telah memahami tata cara pengisian formulir dan format pelaporan serta penentuan sasaran intervensi. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam pelaksanaan pendampingan, khususnya belum dapat direalisasikannya dukungan biaya transport bagi kader akibat adanya hambatan regulasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi motivasi kader dalam melaksanakan kunjungan dan pendampingan kepada keluarga sasaran.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan kualitas pelaksanaan Program DASHAT terus meningkat sehingga intervensi kepada Keluarga Risiko Stunting dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.