Rabu, 15 Juli 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melaksanakan Kegiatan Pembinaan Lini Lapangan Keluarga Berencana (KB) dan Pencatatan Pelaporan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang bertempat di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Gerokgak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan capaian Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) sekaligus mengevaluasi pencatatan dan pelaporan pelayanan KB pada aplikasi SIGA (Sistem Informasi Keluarga) sebagai upaya mendukung penyediaan data yang akurat dan berkualitas.
Kegiatan dihadiri oleh Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda, I Gusti Ayu Asrini, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama, Sintya Rosalina, serta Operator Layanan Operasional, Nyoman Ngetis Rahayu. Turut hadir sebanyak 29 perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan 6 Penyuluh KB Kecamatan Gerokgak. Acara dibuka oleh Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Gerokgak, I Dewa Arta, yang menyampaikan pentingnya sinergi antara penyuluh KB dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan KB serta ketepatan pelaporan data.
Pada sesi materi pertama disampaikan mengenai akselerasi pelayanan KB Pascapersalinan (KBPP) melalui identifikasi fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan enam kategori, yaitu naik, turun, stagnan, baru, hilang, dan fasyankes prioritas. Pemetaan tersebut bertujuan untuk mengetahui perkembangan pelayanan KBPP pada setiap fasilitas kesehatan sehingga dapat dilakukan pembinaan dan pendampingan yang lebih tepat sasaran. Peserta juga diberikan motivasi untuk terus meningkatkan capaian pelayanan KBPP serta diingatkan mengenai pengisian laporan melalui tautan pelaporan KB Pascapersalinan.
Materi selanjutnya membahas evaluasi capaian Program Pelayanan KB sebagai bahan monitoring terhadap pelaksanaan pelayanan kontrasepsi di wilayah Kecamatan Gerokgak. Evaluasi ini diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi pencapaian target pelayanan sehingga dapat dirumuskan strategi peningkatan pelayanan pada periode berikutnya.
Selain itu, dilakukan evaluasi pencatatan dan pelaporan pelayanan KB di aplikasi SIGA dengan melakukan pencocokan (cross check) antara data pada Buku Register KB di fasilitas pelayanan kesehatan dengan data pelayanan yang telah diinput ke dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian data sehingga informasi yang dihasilkan valid, akurat, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan serta evaluasi program.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa capaian pelayanan KB Pascapersalinan (KBPP) di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan masih relatif rendah karena sebagian besar persalinan dilakukan di rumah sakit, sehingga pelayanan KBPP di fasyankes tingkat pertama menjadi terbatas. Selain itu, masih ditemukan adanya perbedaan antara jumlah pelayanan KB yang tercatat pada buku register dengan data yang telah diinput ke dalam aplikasi SIGA. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan ketelitian dalam pencatatan serta konsistensi pelaporan oleh setiap fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan koordinasi dan pendampingan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan, sehingga pelayanan KB Pascapersalinan semakin optimal, kualitas pencatatan dan pelaporan pada aplikasi SIGA semakin baik, serta mampu mendukung keberhasilan Program Bangga Kencana dalam mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera di Kabupaten Buleleng.