(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN KADER DAPUR SEHAT ATASI STUNTING (DASHAT) DALAM EDUKASI KELUARGA RISIKO STUNTING

Admin dispmdppkb | 07 Agustus 2026 | 69 kali

Jumat, 7 Agustus 2026 – Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam pelaksanaan edukasi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS). Kegiatan bertempat di Gedung Serbaguna Banjar Dinas Tangguwisia, Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan intervensi DASHAT berjalan secara optimal, khususnya dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan praktik keluarga dalam menerapkan pola konsumsi makanan sehat dan bergizi bagi keluarga sasaran. Kegiatan juga menjadi sarana untuk mengevaluasi pelaksanaan pendampingan KRS serta mengidentifikasi berbagai kendala yang ditemukan di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan dan edukasi gizi yang telah diberikan kepada kader DASHAT tingkat kabupaten, termasuk pemahaman dan pengisian berbagai administrasi kegiatan, antara lain Raport Konsumsi Menu Bergizi, Rekap Keluarga Sasaran Intervensi, serta Daftar Hadir Peserta Sosialisasi Pembiasaan Konsumsi Menu Sehat dan Bergizi.

Selain itu, monitoring dilakukan untuk membahas berbagai kendala dan hambatan yang ditemukan selama pelaksanaan pendampingan pembiasaan konsumsi menu bergizi bagi KRS selama 30 hari. Hasil pendampingan tersebut selanjutnya digunakan untuk menganalisis kondisi tumbuh kembang dan status kesehatan keluarga sasaran berdasarkan rekapitulasi hasil intervensi, sehingga dapat ditentukan langkah perbaikan dan tindak lanjut yang diperlukan.

Kegiatan juga menekankan pentingnya koordinasi antara kader DASHAT, KPM, PLKB, pemerintah desa, serta keluarga sasaran dalam memastikan keberlanjutan intervensi. Penyuluh KB/PLKB diwajibkan melakukan pencatatan dan pelaporan seluruh hasil intervensi kegiatan ke dalam website Kampung Keluarga Berkualitas, sebagai bagian dari penguatan administrasi, dokumentasi, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan program.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diwakili oleh Fungsional Kependudukan dan Keluarga Berencana, Ni Nyoman Triputrini, SKM, didampingi oleh Operator Layanan Operasional Ni Ayu Linda Febriani, Komang Tri Kurnia Dewi, dan Komang Wilda Andari. Kegiatan turut dihadiri oleh Ibu Mekel, Sekretaris Desa, Kepala Dusun, KPM, PLKB, Kader DASHAT, serta Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, diperoleh beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan tindak lanjut, yaitu:

  1. Terdapat pergantian kader DASHAT yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Perbekel, sehingga perlu dilakukan penyesuaian dan penguatan kembali kapasitas kader dalam pelaksanaan kegiatan DASHAT.

  2. Sebagian kader DASHAT telah memahami tata cara pengisian form/format administrasi kegiatan, termasuk dalam melakukan pencatatan hasil intervensi dan menentukan keluarga sasaran.

  3. Dalam proses evaluasi administrasi ditemukan bahwa laporan kegiatan bulan Mei masih belum lengkap, sehingga perlu segera dilakukan penyempurnaan dan melengkapi data/laporan yang masih kurang.

  4. Perlu dilakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada kader DASHAT, khususnya bagi kader baru, agar memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme edukasi, penentuan sasaran, pencatatan, pelaporan, serta pemantauan konsumsi menu bergizi.

  5. Hasil monitoring menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan intervensi DASHAT kepada KRS, sehingga edukasi mengenai pembiasaan konsumsi makanan sehat dan bergizi dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat keluarga.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan pelaksanaan DASHAT di Desa Tangguwisia dapat semakin optimal, tertib dalam pencatatan dan pelaporan, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas konsumsi pangan, edukasi gizi, dan pendampingan keluarga berisiko stunting.