(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Bidang PPKB DPMDPPKB Buleleng Ikuti Webinar Nasional KB Pria dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia

Admin dispmdppkb | 24 September 2026 | 48 kali

Singaraja, 24 September 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) mengikuti Webinar Nasional KB Pria, “Berbagi Peran dengan Istri: Peran Suami dalam Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga”, Kamis (24/9/2026), mulai pukul 10.00 WITA sampai selesai.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN tersebut dilaksanakan secara daring dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day).

Webinar dibuka oleh Dr. Drs. Wahidin, M.Kes., Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh dr. Indra Tarigan, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, serta Dr. dr. Ria Margiana, Sp.And., M.Biomed, Dokter Spesialis Andrologi.

Webinar ini mengangkat pentingnya keterlibatan laki-laki atau suami dalam kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Peran suami dalam kesehatan reproduksi tidak hanya diwujudkan melalui dukungan kepada istri, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam menentukan pilihan kontrasepsi dan merencanakan kehamilan bersama pasangan.

Keterlibatan suami dalam pengambilan keputusan terkait kontrasepsi menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kesepahaman antara pasangan. Perencanaan keluarga juga perlu dilakukan secara bersama dengan mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, serta kesiapan pasangan dalam membangun keluarga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pembagian peran antara suami dan istri dalam kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga, sekaligus mendorong partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana.

Kegiatan tersebut sejalan dengan upaya penguatan program Bangga Kencana, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi pasangan usia subur dalam perencanaan keluarga serta pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai.