Singaraja, Senin, 26 Oktober 2026 – Bidang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Usaha Ekonomi Masyarakat (LKD-UEM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Identifikasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) di tiga desa, yaitu Desa Petandakan, Desa Kerobokan, dan Desa Sinabun.
Kegiatan ini dipimpin oleh Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM), Dewa Nyoman Suarjana Putra, S.E., sebagai bagian dari upaya memastikan teknologi tepat guna yang telah difasilitasi dapat berfungsi dengan baik, dimanfaatkan secara optimal, serta memberikan manfaat nyata bagi kelompok maupun masyarakat penerima.
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui keberadaan kelompok atau individu penerima manfaat, kondisi dan keberfungsian alat, tingkat pemanfaatan teknologi, serta manfaat yang dihasilkan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala teknis maupun nonteknis yang dihadapi dalam pengoperasian alat sebagai dasar penyusunan langkah pembinaan dan tindak lanjut.
Adapun tiga pemanfaatan teknologi tepat guna yang menjadi sasaran monitoring dan evaluasi meliputi:
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap kelompok atau individu penerima manfaat, diperoleh beberapa temuan. Pertama, alat teknologi tepat guna masih tersedia di lokasi kelompok. Berdasarkan pemeriksaan dan uji coba operasional, alat berada dalam kondisi cukup baik dan masih dapat dioperasikan, dengan catatan diperlukan pemeliharaan secara berkala agar keberfungsian alat tetap terjaga.
Kedua, kelompok penerima manfaat masih dapat ditemui di lokasi kegiatan dan memiliki kepengurusan yang dapat diidentifikasi. Meskipun demikian, aktivitas kelompok perlu terus didorong melalui pembinaan, pendampingan, dan penguatan koordinasi antaranggota agar pemanfaatan teknologi tepat guna dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ketiga, kelompok telah memiliki rencana penggunaan dan pemeliharaan alat secara berkelanjutan. Hal ini menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan pemanfaatan teknologi tepat guna agar tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat mendukung aktivitas produktif kelompok.
Selain itu, kegiatan ini turut mengidentifikasi perkembangan sebaran alat serta berbagai kendala teknis dan nonteknis yang berpotensi memengaruhi optimalisasi pemanfaatannya. Hasil identifikasi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan pembinaan, perbaikan, maupun penguatan kapasitas kelompok penerima manfaat sesuai dengan kondisi di lapangan.
Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan identifikasi ini, DPMDPPKB Kabupaten Buleleng melalui Bidang LKD-UEM berupaya memperkuat pengawasan dan pendampingan terhadap pemanfaatan teknologi tepat guna di desa. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan tindak lanjut pembinaan, sehingga teknologi yang telah difasilitasi dapat dimanfaatkan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung pengembangan potensi dan usaha ekonomi di tingkat desa.