(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam pelaksanaan edukasi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS)

Admin dispmdppkb | 09 Juli 2026 | 71 kali

Kamis, 9 Juli 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melalui Bidang PPKB melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam pelaksanaan edukasi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS). Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Banjar Dinas Tengah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar.

Kegiatan ini diwakili oleh Fungsional Kependudukan dan Keluarga Berencana, Ni Nyoman Triputrini, S.K.M., didampingi oleh Ahli Pertama Penggerak Swadaya Masyarakat, Sintya Rosalina, S.ST., serta Penata Layanan Operasional, I Gede Endi Mardana Yasa, S.Pd.

Monitoring dan evaluasi bertujuan untuk:

1. Mengevaluasi hasil pelatihan dan edukasi gizi yang telah diberikan kepada Kader DASHAT tingkat kabupaten, termasuk evaluasi pengisian Rapor Konsumsi Menu Bergizi, Rekap Keluarga Sasaran Intervensi, serta Daftar Hadir Peserta Sosialisasi Pembiasaan Konsumsi Menu Sehat Bergizi.

2. Membahas kendala dan hambatan yang dihadapi kader selama melaksanakan pendampingan pembiasaan konsumsi menu bergizi kepada Keluarga Risiko Stunting selama 30 hari.

3. Menganalisis permasalahan tumbuh kembang dan status kesehatan Keluarga Risiko Stunting berdasarkan hasil rekapitulasi intervensi.

4. Mendiskusikan solusi serta menyusun tindak lanjut guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program DASHAT.

5. Memastikan Penyuluh KB/PLKB melaksanakan pencatatan dan pelaporan seluruh hasil intervensi ke dalam website Kampung Keluarga Berkualitas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Perbekel Desa Temukus, Kepala Dusun, Penyuluh KB/PLKB, Kader DASHAT, serta Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, masih ditemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan kegiatan, antara lain masih terdapat ketidakpahaman kader dalam pengisian formulir sehingga belum terisi secara lengkap, belum optimalnya penentuan sasaran intervensi, keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan waktu untuk melakukan kunjungan dan pendampingan kepada keluarga sasaran, serta belum dapat direalisasikannya biaya transport kader akibat adanya kendala regulasi. Kondisi tersebut turut memengaruhi motivasi kader dalam melaksanakan kunjungan dan pendampingan secara optimal.


Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan seluruh kendala yang dihadapi dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas kader, serta penyempurnaan mekanisme pelaksanaan program sehingga kegiatan DASHAT dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.