Buleleng, Rabu, 26 Agustus 2026 – Dalam rangka meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Keluarga Berencana (KB) Nonfisik/Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Tahun Anggaran 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng mengikuti kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Capaian Kinerja DAK BOKB Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Pusat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan DPMDPPKB Kabupaten Buleleng yang mewakili Kepala Dinas, terdiri atas Pejabat Fungsional Perencana Ahli Muda, Penata Layanan Operasional, serta pengampu DAK Nonfisik BOKB Tahun Anggaran 2026 melalui Pejabat Fungsional Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 516/PW.08/H1/2026 yang ditujukan kepada OPD KB Kabupaten/Kota dan Perwakilan BKKBN Provinsi di seluruh Indonesia.
Kegiatan Anev menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan DAK Nonfisik BOKB berjalan sesuai dengan perencanaan, target, indikator kinerja, serta ketentuan yang telah ditetapkan. Melalui evaluasi secara berkala, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dapat melihat perkembangan realisasi anggaran sekaligus capaian pelaksanaan program, mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul di lapangan, serta menyusun langkah-langkah percepatan dan perbaikan agar pemanfaatan anggaran semakin optimal dan memberikan dampak nyata terhadap pencapaian sasaran pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Dalam sambutannya, Inspektur Wilayah I Kemendukbangga/BKKBN Pusat selaku Ketua Pelaksana kegiatan Anev menyampaikan bahwa pelaksanaan evaluasi bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan DAK Subbidang KB Nonfisik/BOKB. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan yang didukung melalui DAK BOKB benar-benar dilaksanakan sesuai target dan sasaran yang telah ditetapkan serta mampu mendukung pencapaian indikator program Bangga Kencana.
Sementara itu, Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN Pusat, dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Disampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga. Keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkualitas dan menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Republik Indonesia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Dalam konteks tersebut, peningkatan kualitas pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, penguatan pembangunan keluarga, serta percepatan penurunan stunting menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Dukungan DAK Nonfisik BOKB menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat pelaksanaan program Kependudukan dan Keluarga Berencana di daerah, khususnya melalui dukungan operasional terhadap berbagai kegiatan pelayanan, pembinaan, penggerakan, penyuluhan, serta penguatan peran kader dan tenaga lini lapangan.
Melalui kegiatan Anev, Kemendukbangga/BKKBN Pusat memperoleh gambaran mengenai perkembangan capaian kinerja dan realisasi DAK BOKB pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Data tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui tingkat penyerapan anggaran, perkembangan pelaksanaan kegiatan, kesesuaian antara perencanaan dan realisasi, serta berbagai faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan program.
Berdasarkan hasil evaluasi capaian DAK BOKB Tahun Anggaran 2026 sampai dengan Semester I, capaian realisasi keuangan DAK Nonfisik BOKB pada OPD KB secara nasional tercatat sebesar 36,63%. Sementara itu, realisasi untuk Provinsi Bali sebesar 34,99%, yang menempatkan Provinsi Bali pada peringkat ke-7 secara nasional.
Untuk DAK Nonfisik BOKB Kabupaten Buleleng, sampai dengan Semester I capaian realisasi masih perlu mendapatkan perhatian dan percepatan. Dari total alokasi pagu DAK BOKB induk sebesar Rp5.188.360.000, realisasi sampai dengan Semester I tercatat sebesar Rp1.209.982.710 atau 23,32%.
Namun demikian, perkembangan sampai dengan bulan Agustus 2026 menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan. Realisasi anggaran DAK BOKB Kabupaten Buleleng telah mencapai Rp2.358.806.210 atau sebesar 45,46% dari total pagu yang tersedia. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya upaya percepatan pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran oleh perangkat daerah dalam mendukung pelaksanaan program KB dan pembangunan keluarga di Kabupaten Buleleng.
Jika dibandingkan dengan capaian DAK BOKB kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali, realisasi DAK BOKB Kabupaten Buleleng sampai dengan bulan Agustus 2026 berada pada peringkat kedua, setelah Kabupaten Jembrana yang mencapai 58,85%. Posisi tersebut menjadi capaian yang perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan melalui percepatan pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dengan tetap memperhatikan aspek efektivitas, efisiensi, ketepatan sasaran, serta akuntabilitas penggunaan anggaran.
Kegiatan Anev juga menjadi momentum bagi DPMDPPKB Kabupaten Buleleng untuk melakukan evaluasi internal terhadap pelaksanaan DAK BOKB, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan kegiatan, administrasi dan pelaporan, maupun realisasi keuangan. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah strategis untuk mempercepat kegiatan yang belum terlaksana serta mengoptimalkan kegiatan yang telah berjalan.
Ke depan, percepatan capaian DAK BOKB perlu terus dilakukan dengan memperkuat koordinasi antara pengelola DAK, bidang teknis, pengampu kegiatan, serta pihak terkait lainnya. Selain mengejar peningkatan realisasi anggaran, pelaksanaan kegiatan harus tetap berorientasi pada output dan outcome program, sehingga anggaran yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB, penguatan kesehatan reproduksi, pembangunan keluarga, pemberdayaan kader dan tenaga lini lapangan, serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
Dengan adanya kegiatan Analisa dan Evaluasi Capaian Kinerja DAK BOKB Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan seluruh pemerintah daerah dapat melakukan perbaikan secara berkelanjutan dalam pengelolaan DAK. Bagi Kabupaten Buleleng, hasil evaluasi tersebut menjadi bahan penting untuk meningkatkan kinerja, mempercepat realisasi anggaran, memastikan pencapaian target kegiatan, serta memperkuat kontribusi program Kependudukan dan Keluarga Berencana dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan keluarga yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.