Singaraja, 21 September 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam rangka pelaksanaan edukasi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS). Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026, bertempat di Kampung KB Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan pelaksanaan program DASHAT dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada KRS, khususnya dalam membiasakan konsumsi makanan sehat dan bergizi secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diwakili oleh Fungsional Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda, Ni Nyoman Tri Putrini, didampingi Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama, Sintya Rosalina, serta Pengadministrasi Perkantoran, Kadek Sudiastini. Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Dusun, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa, PKB/PLKB, Kader DASHAT, serta keluarga sasaran KRS.
Dalam pelaksanaannya, monitoring dan evaluasi bertujuan untuk mengevaluasi hasil pelatihan dan edukasi gizi yang telah diberikan kepada Kader DASHAT tingkat Kabupaten, khususnya dalam pengisian Raport Konsumsi Menu Bergizi, Rekap Keluarga Sasaran Intervensi, serta Daftar Hadir Peserta Sosialisasi Pembiasaan Konsumsi Menu Sehat Bergizi.
Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana untuk membahas berbagai kendala dan hambatan yang ditemukan selama proses pendampingan pembiasaan konsumsi menu bergizi bagi KRS selama 30 hari. Hasil pendampingan kemudian dianalisis untuk mengetahui perkembangan tumbuh kembang dan status kesehatan KRS berdasarkan rekapitulasi intervensi yang telah dilaksanakan.
Monitoring juga diarahkan untuk mendiskusikan solusi serta menyusun tindak lanjut terhadap permasalahan yang ditemukan di lapangan. Dalam pelaksanaan program, Penyuluh KB/PLKB memiliki peran penting dalam melakukan pencatatan dan pelaporan seluruh hasil intervensi kegiatan ke dalam website Kampung Keluarga Berkualitas, sehingga pelaksanaan program dapat terdokumentasi dan terpantau secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kedua, diketahui bahwa seluruh Kader DASHAT telah memahami pengisian form/format yang digunakan serta telah mampu melakukan penentuan sasaran KRS sesuai dengan ketentuan pelaksanaan kegiatan.
Dari sisi administrasi pelaporan, pengisian raport pada pelaporan kedua telah lengkap, dan seluruh kader telah menyelesaikan proses pendampingan terhadap sasaran KRS yang menjadi tanggung jawabnya.
Sementara itu, dari hasil pendampingan selama 30 hari, diketahui bahwa KRS telah mulai terbiasa mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Hal tersebut tercermin dari nilai skor raport konsumsi menu bergizi yang berada pada rentang 120 sampai dengan 150.
Hasil tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam pembiasaan pola konsumsi makanan bergizi pada keluarga sasaran. Ke depan, pendampingan dan edukasi oleh Kader DASHAT bersama PKB/PLKB diharapkan tetap dilakukan secara berkelanjutan, sehingga kebiasaan konsumsi makanan sehat dan bergizi dapat terus dipertahankan serta mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Buleleng.