Selasa, 22 September 2026 bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Buleleng. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) menghadiri Kegiatan Evaluasi Pendampingan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya melihat perkembangan dan keberlanjutan pelaksanaan pendampingan Program INEY Fase II di Kabupaten Buleleng, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas intervensi gizi dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Program INEY memiliki keterkaitan dengan upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan intervensi gizi dan peningkatan kualitas pengasuhan pada periode awal kehidupan anak. Dalam hal ini, keterlibatan DPMDPPKB melalui Bidang PPKB menjadi bagian dari penguatan sinergi program Bangga Kencana, khususnya dalam pembangunan keluarga, peningkatan kualitas keluarga, serta upaya pencegahan dan penanganan keluarga berisiko stunting.
Melalui kegiatan evaluasi, dilakukan pembahasan mengenai pelaksanaan pendampingan, capaian program, koordinasi lintas sektor, serta berbagai kendala yang ditemui selama pelaksanaan di lapangan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan untuk memperkuat pelaksanaan program dan menentukan langkah tindak lanjut yang lebih tepat sasaran.
DPMDPPKB Kabupaten Buleleng terus mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program yang berkaitan dengan pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting. Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga pendamping, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan intervensi kepada keluarga dan anak dapat dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.
Melalui evaluasi Program INEY Fase II ini, diharapkan pelaksanaan pendampingan di Kabupaten Buleleng dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi, pengasuhan, tumbuh kembang anak, serta penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.