Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Banjar Dinas Ketug-Ketug, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, dengan fokus pada pelaksanaan edukasi dan pendampingan kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS), khususnya dalam membiasakan konsumsi menu sehat dan bergizi selama 30 hari.
Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pelatihan serta edukasi gizi yang telah diberikan kepada kader DASHAT tingkat Kabupaten, sekaligus memastikan pemahaman kader dalam melakukan pengisian berbagai instrumen pelaporan, seperti Raport Konsumsi Menu Bergizi, Rekap Keluarga Sasaran Intervensi, serta Daftar Hadir Peserta Sosialisasi Pembiasaan Konsumsi Menu Sehat Bergizi.
Selain itu, kegiatan juga menjadi wadah untuk membahas berbagai kendala yang ditemukan selama proses pendampingan KRS, menganalisis kondisi tumbuh kembang dan status kesehatan sasaran berdasarkan hasil rekapitulasi intervensi, serta mendiskusikan solusi dan tindak lanjut yang diperlukan agar pelaksanaan intervensi dapat berjalan secara optimal.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Penyuluh KB/PLKB juga ditekankan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan seluruh hasil intervensi secara tertib dan berkelanjutan melalui website Kampung Keluarga Berkualitas, sehingga setiap proses pendampingan dapat terdokumentasi dan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diwakili oleh Fungsional Kependudukan Keluarga Berencana, Ni Nyoman Triputrini, SKM, didampingi oleh Operator Layanan Operasional Cening Parwadi dan Pengadministrasian Perkantoran Made Sri Andayani.
Kegiatan turut dihadiri oleh Ibu Mekel, Kepala Dusun, Kader Pembangunan Manusia (KPM), PKB/PLKB, kader DASHAT, serta keluarga sasaran KRS.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kedua, diketahui bahwa seluruh kader DASHAT telah memahami tata cara pengisian form atau format yang digunakan serta telah memahami penentuan sasaran intervensi. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader dalam mendukung pelaksanaan pendampingan KRS.
Namun demikian, pada pelaporan tahap kedua masih ditemukan bahwa pengisian raport konsumsi menu bergizi belum sepenuhnya lengkap, karena masih terdapat kader yang belum menyelesaikan seluruh proses pendampingan terhadap sasaran KRS. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut untuk memastikan seluruh proses pendampingan selama 30 hari dapat diselesaikan dan seluruh data hasil intervensi dapat dicatat serta dilaporkan secara lengkap.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, diharapkan kapasitas kader DASHAT semakin meningkat, pencatatan dan pelaporan intervensi menjadi lebih tertib, serta pendampingan kepada KRS dapat berjalan secara optimal dalam mendukung upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.