Rabu 15 Juli 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Posyandu Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan edukasi kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS) berjalan secara optimal sekaligus mengevaluasi hasil pendampingan yang telah dilaksanakan oleh kader DASHAT.
Kegiatan diwakili oleh Fungsional Umum Wiwin Dia Hastuti, A.Md.KL, didampingi oleh Pengadministrasi Perkantoran Gede Sukara serta Operator Layanan Operasional Ni Cening Parwadi. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dusun, Penyuluh KB/PLKB, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader DASHAT, serta Keluarga Berisiko Stunting (KRS) sebagai sasaran program.
Monitoring dan evaluasi difokuskan pada beberapa aspek penting, yaitu mengevaluasi hasil pelatihan dan edukasi gizi yang telah diberikan kepada kader DASHAT tingkat kabupaten, termasuk ketepatan pengisian Rapor Konsumsi Menu Bergizi, Rekap Keluarga Sasaran Intervensi, dan Daftar Hadir Peserta Sosialisasi Pembiasaan Konsumsi Menu Sehat Bergizi. Selain itu, kegiatan juga membahas berbagai kendala yang dihadapi kader selama melakukan pendampingan pembiasaan konsumsi menu bergizi kepada KRS selama 30 hari.
Tim monitoring juga melakukan analisis terhadap permasalahan tumbuh kembang dan status kesehatan KRS berdasarkan hasil rekapitulasi intervensi yang telah dilakukan. Hasil analisis tersebut menjadi dasar dalam mendiskusikan solusi dan langkah tindak lanjut agar pelaksanaan program DASHAT semakin efektif dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Buleleng.
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa Penyuluh KB/PLKB memiliki kewajiban untuk melakukan pencatatan dan pelaporan seluruh hasil intervensi kegiatan ke dalam website Kampung Keluarga Berkualitas sebagai bentuk akuntabilitas serta bahan evaluasi program secara berkelanjutan.
Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan masih terdapat beberapa kendala yang perlu mendapat perhatian, antara lain masih adanya ketidakpahaman kader dalam pengisian formulir sehingga beberapa format belum terisi secara lengkap, ketidaktepatan dalam penentuan sasaran, keterbatasan sumber daya manusia, serta keterbatasan waktu untuk melakukan kunjungan dan pendampingan kepada keluarga sasaran. Selain itu, belum dapat direalisasikannya biaya transportasi kader akibat kendala regulasi turut memengaruhi motivasi kader dalam melaksanakan kunjungan dan pendampingan secara optimal.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas kader, serta menyusun langkah-langkah perbaikan yang berkelanjutan sehingga pelaksanaan Program DASHAT semakin efektif dalam membangun kebiasaan konsumsi pangan bergizi pada keluarga berisiko stunting dan mendukung terwujudnya generasi Buleleng yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.