Jumat, 28 Agustus 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang bertempat di Balai Banjar Kelod Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan peran kader dalam mendukung pelaksanaan program Bangga Kencana, khususnya dalam pendampingan keluarga, pengendalian penduduk, peningkatan kualitas keluarga, serta mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.
Monitoring dan evaluasi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kader TPK dan IMP, sekaligus memastikan ketersediaan serta pemutakhiran data sasaran pendampingan, meliputi Calon Pengantin (CATIN), Ibu Hamil (BUMIL), Ibu Bersalin/Nifas (BUFAS), dan Bayi di Bawah Dua Tahun (BADUTA).
Selain itu, kegiatan juga dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan verifikasi dan validasi Keluarga Risiko Stunting (Verval KRS) serta pemutakhiran data kelompok kegiatan (Poktan) oleh kader IMP. Monev juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi kader di lapangan serta merumuskan langkah pembinaan dan rencana tindak lanjut agar pelaksanaan pendampingan dapat berjalan lebih optimal.
Kegiatan diikuti oleh 29 peserta, yang terdiri atas 15 orang kader TPK, 3 orang kader IMP, 5 orang staf OPD, 5 orang unsur pendukung dari Desa Tamblang, serta 1 orang PLKB.
Berdasarkan hasil pelaksanaan Monev, kader IMP telah memahami Tupoksi, telah melaksanakan verifikasi dan validasi KRS, serta aktif melakukan pembaruan data Poktan. Hal ini menunjukkan adanya komitmen kader dalam mendukung pengelolaan data dan pelaksanaan program Bangga Kencana di tingkat desa.
Sementara itu, kader TPK dinilai aktif dan telah memahami tugas pendampingan keluarga. Ketersediaan data sasaran pendampingan yang meliputi CATIN, BUMIL, BUFAS, dan BADUTA telah tersedia dan sesuai. Kegiatan pendampingan juga telah dilaksanakan, dicatat, serta ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi dan kebutuhan keluarga sasaran. Dalam pelaksanaannya, kader TPK secara rutin melakukan koordinasi dengan PKB/PLKB guna memastikan proses pendampingan berjalan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan masih ditemukan beberapa kendala, di antaranya:
Sebagai tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi, disepakati beberapa langkah, yaitu:
Melalui kegiatan Monev ini diharapkan kapasitas dan kinerja kader TPK dan IMP semakin meningkat, sehingga mampu mendukung tersedianya data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memperkuat pelaksanaan program Bangga Kencana dan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.