(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

MONITORING DAN EVALUASI KADER TPK DAN IMP DESA TAMBLANG, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG

Admin dispmdppkb | 28 Agustus 2026 | 48 kali


Jumat, 28 Agustus 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang bertempat di Balai Banjar Kelod Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan peran kader dalam mendukung pelaksanaan program Bangga Kencana, khususnya dalam pendampingan keluarga, pengendalian penduduk, peningkatan kualitas keluarga, serta mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.

Monitoring dan evaluasi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kader TPK dan IMP, sekaligus memastikan ketersediaan serta pemutakhiran data sasaran pendampingan, meliputi Calon Pengantin (CATIN), Ibu Hamil (BUMIL), Ibu Bersalin/Nifas (BUFAS), dan Bayi di Bawah Dua Tahun (BADUTA).

Selain itu, kegiatan juga dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan verifikasi dan validasi Keluarga Risiko Stunting (Verval KRS) serta pemutakhiran data kelompok kegiatan (Poktan) oleh kader IMP. Monev juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi kader di lapangan serta merumuskan langkah pembinaan dan rencana tindak lanjut agar pelaksanaan pendampingan dapat berjalan lebih optimal.

Kegiatan diikuti oleh 29 peserta, yang terdiri atas 15 orang kader TPK, 3 orang kader IMP, 5 orang staf OPD, 5 orang unsur pendukung dari Desa Tamblang, serta 1 orang PLKB.

Berdasarkan hasil pelaksanaan Monev, kader IMP telah memahami Tupoksi, telah melaksanakan verifikasi dan validasi KRS, serta aktif melakukan pembaruan data Poktan. Hal ini menunjukkan adanya komitmen kader dalam mendukung pengelolaan data dan pelaksanaan program Bangga Kencana di tingkat desa.

Sementara itu, kader TPK dinilai aktif dan telah memahami tugas pendampingan keluarga. Ketersediaan data sasaran pendampingan yang meliputi CATIN, BUMIL, BUFAS, dan BADUTA telah tersedia dan sesuai. Kegiatan pendampingan juga telah dilaksanakan, dicatat, serta ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi dan kebutuhan keluarga sasaran. Dalam pelaksanaannya, kader TPK secara rutin melakukan koordinasi dengan PKB/PLKB guna memastikan proses pendampingan berjalan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan masih ditemukan beberapa kendala, di antaranya:

  1. Aplikasi Elsimil, khususnya terkait gangguan teknis dan akses aplikasi yang dipengaruhi oleh kondisi jaringan atau sinyal telepon seluler.
  2. Pendataan Calon Pengantin (CATIN) masih menghadapi kendala karena sebagian calon pengantin baru melaporkan rencana pernikahan mendekati hari pelaksanaan pernikahan, sehingga kader mengalami keterbatasan waktu dalam melakukan pendataan dan pendampingan sejak awal.

Sebagai tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi, disepakati beberapa langkah, yaitu:

  1. Melakukan akses dan pemutakhiran data pada Aplikasi Elsimil secara berkala pada saat kondisi jaringan internet stabil.
  2. Meningkatkan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan oleh PKB/PLKB kepada kader TPK dan IMP, terutama dalam pelaksanaan tugas, pengelolaan data, serta penggunaan aplikasi pendukung program.
  3. Memperkuat koordinasi dengan Perangkat Desa dalam rangka mendorong pelaporan data CATIN secara lebih awal, sehingga proses pendampingan dapat dilakukan secara optimal sejak sebelum pernikahan.
  4. Meningkatkan sinergi antara kader TPK, IMP, PKB/PLKB, dan pemerintah desa dalam pemutakhiran data serta pelaksanaan pendampingan keluarga sasaran.

Melalui kegiatan Monev ini diharapkan kapasitas dan kinerja kader TPK dan IMP semakin meningkat, sehingga mampu mendukung tersedianya data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memperkuat pelaksanaan program Bangga Kencana dan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.