Buleleng, Rabu, 9 September 2026 — Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam pelaksanaan edukasi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS). Kegiatan bertempat di Posyandu Banjar Dinas Kajanan, Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan pendampingan KRS sekaligus mengevaluasi hasil pelatihan dan edukasi gizi yang telah diberikan kepada kader DASHAT tingkat Kabupaten. Selain itu, kegiatan juga membahas pelaksanaan pengisian Raport Konsumsi Menu Bergizi, Rekap Keluarga Sasaran Intervensi, serta Daftar Hadir Peserta Sosialisasi Pembiasaan Konsumsi Menu Sehat dan Bergizi.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan evaluasi terhadap kendala dan hambatan yang ditemukan selama proses pendampingan pembiasaan konsumsi menu bergizi bagi KRS selama 30 hari. Hasil rekapitulasi intervensi juga dianalisis untuk mengetahui perkembangan tumbuh kembang dan status kesehatan keluarga sasaran, sehingga permasalahan yang ditemukan dapat segera dibahas dan ditindaklanjuti dengan solusi yang sesuai.
Selain itu, ditekankan bahwa Penyuluh KB/PLKB wajib melakukan pencatatan dan pelaporan seluruh hasil intervensi secara berkala melalui website Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai bagian dari tertib administrasi dan pemantauan pelaksanaan program.
Kegiatan ini diwakili oleh Fungsional Kependudukan dan Keluarga Berencana, Ni Nyoman Triputrini, SKM, didampingi Operator Layanan Operasional Ni Ayu Linda Febriani dan Pengadministrasian Perkantoran Made Sri Andayani. Kegiatan turut dihadiri oleh Perbekel Desa Penglatan, Kepala Dusun, Kader Pembangunan Manusia (KPM), PKB/PLKB, kader DASHAT, serta Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, diketahui bahwa seluruh kader DASHAT telah memahami tata cara pengisian form/format pelaporan serta penentuan keluarga sasaran intervensi. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader dalam mendukung pelaksanaan pendampingan keluarga secara terarah dan terdokumentasi.
Dari hasil Raport Konsumsi Menu Bergizi, tercatat sebanyak 20 KRS memperoleh nilai 90–119. Kelompok keluarga tersebut masih memerlukan pendampingan lebih lanjut agar pembiasaan konsumsi makanan bergizi dapat dilakukan secara konsisten.
Sementara itu, sebanyak 30 KRS memperoleh nilai 120–150, yang menunjukkan bahwa keluarga yang telah mendapatkan pendampingan dari kader DASHAT sudah mulai terbiasa dalam mengonsumsi makanan sehat dan bergizi sesuai dengan edukasi yang diberikan.
Dalam evaluasi administrasi pelaporan, ditemukan bahwa pengisian raport untuk laporan bulan Juli masih belum lengkap. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa penyelesaian dan pemutakhiran data pelaporan agar seluruh hasil intervensi dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan pendampingan berikutnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, DPMDPPKB Kabupaten Buleleng terus mendorong penguatan kapasitas kader DASHAT dan PKB/PLKB dalam melakukan pendampingan kepada KRS. Dengan pencatatan, pelaporan, edukasi gizi, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan perubahan perilaku konsumsi pangan bergizi di tingkat keluarga dapat terus meningkat dan turut mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.