(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Monitoring dan Evaluasi Kader TPK dan IMP Desa Bebetin

Admin dispmdppkb | 24 Agustus 2026 | 70 kali

Singaraja, Senin, 24 Agustus 2026 – Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Kegiatan bertempat di Kantor Perbekel Desa Bebetin.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) serta keaktifan kader TPK dan IMP dalam pelaksanaan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting. Selain itu, Monev dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kesesuaian data sasaran pendampingan, meliputi Calon Pengantin (CATIN), Ibu Hamil (BUMIL), Ibu Bersalin dan Nifas (BUFAS), serta Bayi di Bawah Dua Tahun (BADUTA).

Monev juga mencakup pelaksanaan Verifikasi dan Validasi Keluarga Risiko Stunting (Verval KRS), pemutakhiran data Kelompok Kegiatan (Poktan) oleh IMP, identifikasi kendala yang dihadapi kader di lapangan, serta perumusan solusi, pembinaan, dan rencana tindak lanjut.

Kegiatan diikuti oleh 25 peserta, terdiri atas 18 orang kader TPK, 3 orang kader IMP, 2 orang pendamping dari Desa Bebetin, serta 2 orang unsur terkait lainnya, termasuk PLKB, KPM, dan perangkat desa.

Hasil Monev terhadap kader IMP menunjukkan bahwa kader telah memahami Tupoksi dengan baik, telah melaksanakan Verifikasi dan Validasi Keluarga Risiko Stunting (Verval KRS), serta aktif melakukan pemutakhiran data Kelompok Kegiatan (Poktan).

Sementara itu, hasil Monev terhadap kader TPK menunjukkan bahwa kader masih aktif dan memahami tugas pendampingan. Data sasaran CATIN, BUMIL, BUFAS, dan BADUTA tersedia dan sesuai. Pendampingan terhadap sasaran juga telah dilaksanakan, dicatat, dan dilaporkan, termasuk tindak lanjut bagi sasaran yang membutuhkan intervensi. Kader juga secara rutin melakukan koordinasi dengan PKB/PLKB.

Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain kendala teknis dan akses pada aplikasi Elsimil, kesulitan memperoleh data Calon Pengantin (Catin) karena sebagian Catin baru melapor menjelang hari pernikahan, serta keterbatasan waktu akibat adanya tugas kader yang merangkap.

Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan upaya akses aplikasi Elsimil secara berkala saat jaringan stabil, peningkatan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan oleh PKB/PLKB kepada kader, serta penguatan koordinasi dengan perangkat desa dan aparat setempat agar pelaporan data Catin dapat dilakukan lebih awal.

Melalui kegiatan Monev ini, diharapkan kapasitas dan kinerja kader TPK dan IMP semakin optimal sehingga pelaksanaan program Bangga Kencana, pendampingan keluarga, pemutakhiran data, serta percepatan penurunan stunting di Desa Bebetin dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.