(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Evaluasi atas Pencegahan dan Penurunan Stunting pada Kabupaten Buleleng Tahun 2026.

Admin dispmdppkb | 09 September 2026 | 63 kali

Seririt, Rabu, 9 September 2026 — Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Evaluasi atas Pencegahan dan Penurunan Stunting pada Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengawasan terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting, khususnya dalam melihat kesesuaian pelaksanaan program di tingkat desa dengan ketentuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 sampai dengan 15.30 WITA dan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Desa Patemon, Kecamatan Seririt pada pukul 09.00–12.00 WITA, kemudian dilanjutkan di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt pada pukul 13.00–15.30 WITA.

Dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng, kegiatan diikuti oleh perwakilan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), yaitu Bdn. Nyoman Mandayani, SST., M.AP. selaku Kepala Bidang PPKB dan Sintya Rosalina selaku Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama. Sementara itu, dari Bidang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Usaha Ekonomi Masyarakat (LKD dan UEM) hadir I Made Aryana selaku Pengadministrasi Perkantoran dan Ketut Semadi Putra selaku Penata Layanan Operasional.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Perbekel/Sekretaris Desa, kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Bidang PPKB DPMDPPKB Kabupaten Buleleng. Selanjutnya, tim BPKP Perwakilan Provinsi Bali menyampaikan maksud dan pelaksanaan evaluasi. Tim evaluasi BPKP dipimpin oleh Yuli Suryatmi selaku Ketua Tim bersama Veronika Hotnida selaku anggota tim.

Evaluasi dilaksanakan secara langsung dengan melibatkan unsur-unsur yang memiliki peran dalam pelaksanaan percepatan pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa. Kegiatan dihadiri oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader Posyandu, kader DASHAT, PKB/PLKB, serta Bidan Desa/Petugas Gizi Puskesmas.

Adapun tujuan kegiatan adalah untuk terlaksananya pengawasan terhadap topik pencegahan dan penurunan stunting, sekaligus memperoleh gambaran mengenai efektivitas pelaksanaan program, tata kelola, ketersediaan dokumen pendukung, serta pelaksanaan intervensi di tingkat desa.

Dalam proses evaluasi, BPKP melakukan penelaahan terhadap berbagai aspek pelaksanaan pencegahan dan penurunan stunting. Beberapa hal yang menjadi fokus antara lain ketersediaan Surat Keputusan (SK) TPPS Desa, laporan pelaksanaan TPPS Desa, SK KPM, serta dokumen pelaksanaan Rembuk Stunting.

Selain aspek administrasi dan tata kelola, evaluasi juga mencakup pelaksanaan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), khususnya terkait ketepatan dasar pelaksanaan, ketepatan sasaran, efektivitas kegiatan, serta keberlanjutan intervensi yang diberikan kepada keluarga sasaran.

Selanjutnya, dilakukan pula evaluasi terhadap pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), meliputi ketepatan dasar pelaksanaan, ketepatan sasaran, efektivitas kegiatan, serta manfaat intervensi bagi keluarga yang menjadi sasaran program.

Aspek lainnya yang menjadi perhatian adalah kompetensi dan kinerja pendampingan serta beban kerja Tim Pendamping Keluarga (TPK). Hal ini penting untuk memastikan bahwa pendampingan terhadap keluarga sasaran dapat dilaksanakan secara optimal, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

BPKP juga mengevaluasi kecukupan jumlah dan kompetensi kader Posyandu, termasuk dukungan sarana dan prasarana dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi serta balita. Pemeriksaan meliputi ketersediaan, kesesuaian kondisi, dan kalibrasi alat antropometri, serta keberadaan dan kelengkapan register pengukuran tumbuh kembang bayi dan balita.

Melalui kegiatan evaluasi ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pelaksanaan program pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa. Hasil evaluasi juga menjadi bahan untuk mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperbaiki, baik dari sisi administrasi, ketepatan sasaran, kualitas intervensi, kapasitas kader dan pendamping, maupun keberlanjutan program.

DPMDPPKB Kabupaten Buleleng terus mendukung pelaksanaan evaluasi dan pengawasan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pendampingan keluarga, serta optimalisasi peran kader dan kelembagaan di tingkat desa menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.