(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Focus Group Discussion (FGD) Aktivasi Catur Pusat Pendidikan Menuju SMA Negeri 2 Banjar

Admin dispmdppkb | 04 Juni 2026 | 23 kali

Kamis, 4 Juni 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Buleleng (DPMDPPKB) yang diwakili oleh Perencana Ahli Muda menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Aktivasi Catur Pusat Pendidikan Menuju SMA Negeri 2 Banjar yang Berkarakter dan Berbudaya yang diselenggarakan di Aula Mini SMA Negeri 2 Banjar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Putu Mangku Mertayasa, S.H., M.H. selaku Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali yang membidangi pendidikan, Camat Banjar, Pengawas Satuan Pendidikan, para Perbekel, Bendesa Adat, serta Kepala SMP yang berada dalam wilayah zonasi SMA Negeri 2 Banjar, meliputi Desa Banjar, Dencarik, Temukus, Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, dan Pedawa.

FGD ini bertujuan untuk menghimpun berbagai masukan dan gagasan dalam pengembangan SMA Negeri 2 Banjar, khususnya terkait penguatan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan daerah, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, serta upaya mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi sekolah, terutama tingginya angka putus sekolah yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga dan pernikahan usia dini. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sosialisasi mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), termasuk syarat dan ketentuan penerimaan peserta didik baru.

Dalam pemaparannya, pihak sekolah menyampaikan bahwa sebagian besar orang tua siswa memiliki pendapatan di bawah Rp2 juta per bulan, sehingga banyak siswa yang memilih membantu orang tua bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikan. Selain itu, fenomena pernikahan usia dini masih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah di lingkungan SMA Negeri 2 Banjar.

Menanggapi kondisi tersebut, DPMDPPKB Kabupaten Buleleng memberikan beberapa masukan strategis. Pertama, Pemerintah Desa diharapkan dapat terus memberikan dukungan terhadap sektor pendidikan melalui APBDes sesuai kewenangan desa, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Seluruh desa yang hadir menyampaikan bahwa pada APBDes Tahun 2026 telah mengalokasikan belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berdasarkan data keluarga atau siswa miskin yang dimiliki desa. Dukungan tersebut akan terus diperkuat melalui proses Musyawarah Desa (Musdes) penyusunan RKP Desa Tahun 2027 yang akan berlangsung pada bulan Juli hingga September 2026.

Kedua, terkait konsep Catur Pusat Pendidikan, disampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan merupakan sinergi empat unsur utama, yaitu keluarga, sekolah, masyarakat/lingkungan, dan media informasi teknologi. Oleh karena itu, permasalahan seperti putus sekolah akibat pernikahan dini perlu ditangani secara kolaboratif oleh seluruh unsur tersebut. DPMDPPKB Buleleng melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) memiliki berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah, seperti sosialisasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) mengenai kependudukan, kesehatan reproduksi, serta keluarga berencana bagi remaja melalui wadah PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), Forum GenRe, dan Pramuka Saka Kencana. Pihak SMA Negeri 2 Banjar menyatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari DPMDPPKB Kabupaten Buleleng.

Ketiga, DPMDPPKB Buleleng menekankan pentingnya pengembangan kurikulum yang mampu menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan dan potensi daerah. SMA Negeri 2 Banjar diharapkan dapat mengintegrasikan potensi lokal ke dalam pengembangan kompetensi peserta didik, seperti pengolahan produk unggulan daerah, pengembangan usaha berbasis pangan lokal, serta peningkatan keterampilan kewirausahaan. Selain itu, mengingat Kecamatan Banjar merupakan bagian dari kawasan pariwisata Lovina, kemampuan berbahasa Inggris dan keterampilan pelayanan wisata juga menjadi kompetensi penting yang perlu diperkuat sehingga lulusan mampu berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Keempat, seluruh upaya tersebut memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, baik keluarga, sekolah, masyarakat, Pemerintah Desa, Desa Adat, pemerintah daerah, maupun sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan dapat terwujud generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kecerdasan emosional, keterampilan sosial, kesehatan fisik, serta spiritualitas yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai langkah konkret dan kolaboratif dalam mewujudkan SMA Negeri 2 Banjar sebagai satuan pendidikan yang berkarakter, berbudaya, dan mampu mencetak generasi muda yang berkualitas serta berdaya saing.