(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

WEBINAR LITERASI KEUANGAN: KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS DALAM RANGKA HARI KELUARGA NASIONAL (HARGANAS) KE-33 TAHUN 2026

Admin dispmdppkb | 01 Juli 2026 | 29 kali

Pelaksanaan kegiatan Webinar Literasi Keuangan: Kampung Keluarga Berkualitas didasarkan pada rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas keluarga Indonesia dalam pengelolaan keuangan yang bijaksana. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan Program Bangga Kencana melalui peningkatan literasi keuangan masyarakat agar mampu membangun keluarga yang mandiri, sejahtera, dan berkualitas.

Adapun tujuan pelaksanaan webinar ini adalah:

1. Meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan keluarga.

2. Memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

3. Meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, phishing, dan penipuan digital lainnya.

4. Mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan keluarga melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).

5. Mendukung terwujudnya keluarga berkualitas sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Waktu dan Tempat

Hari/Tanggal : Rabu, 1 Juli 2026

Waktu : 08.00 WITA sampai selesai

Media : Zoom Meeting

Peserta

Peserta kegiatan terdiri dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), kader Kampung Keluarga Berkualitas, pengelola UPPKA, kader IMP, serta unsur masyarakat yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Materi disampaikan oleh narasumber dari:

1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali.

2. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali.

3. Kelompok UPPKA Menuh Kabupaten Jembrana.

Uraian Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian sambutan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026. Selanjutnya peserta mengikuti webinar yang membahas pentingnya literasi keuangan sebagai salah satu faktor pendukung terwujudnya keluarga yang mandiri dan sejahtera.

Materi pertama disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mengenai edukasi literasi dan inklusi keuangan. Narasumber menjelaskan bahwa literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami produk dan layanan jasa keuangan, mengelola pendapatan, pengeluaran, tabungan, investasi, serta utang secara bijaksana. Selain itu dijelaskan pula pentingnya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara seimbang agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara tepat.

Pada sesi berikutnya peserta memperoleh materi mengenai kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan digital, seperti phishing, social engineering, QRIS palsu, investasi ilegal, file APK berbahaya, serta pinjaman daring ilegal. Narasumber mengingatkan masyarakat agar selalu menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum melakukan investasi, menjaga kerahasiaan PIN maupun OTP, tidak mudah mengklik tautan yang mencurigakan, serta memanfaatkan kanal pengaduan OJK apabila menemukan aktivitas keuangan ilegal.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Bank BPD Bali yang membahas pentingnya pengelolaan keuangan keluarga. Narasumber menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik dimulai dari kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun perencanaan keuangan, mengelola pengeluaran secara bijaksana, serta membangun berbagai sumber pendapatan keluarga. Selain itu disampaikan pula pentingnya memiliki impian yang jelas, membangun karakter kewirausahaan, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta memandang setiap permasalahan sebagai peluang usaha.

Pada sesi praktik baik, Kelompok UPPKA Menuh Kabupaten Jembrana berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha tenun tradisional sebagai salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga. Narasumber menjelaskan perjalanan kelompok sejak berdiri pada tahun 2011, inovasi produk yang telah dikembangkan, berbagai bentuk kemitraan dengan pemerintah dan sektor swasta, hingga tantangan dan peluang dalam mengembangkan usaha berbasis budaya lokal. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bahwa UPPKA dapat berperan dalam meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus melestarikan budaya daerah.

Selama kegiatan berlangsung peserta mengikuti paparan materi dengan antusias serta aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Webinar berjalan dengan lancar dan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga yang sehat sebagai salah satu upaya mewujudkan keluarga berkualitas.

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain:

1. Peserta memperoleh peningkatan pengetahuan mengenai konsep literasi dan inklusi keuangan.

2. Peserta memahami pentingnya menyusun perencanaan keuangan keluarga secara bijaksana.

3. Peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai modus penipuan digital, pinjaman online ilegal, serta investasi ilegal beserta langkah-langkah pencegahannya.

4. Peserta memperoleh motivasi untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif keluarga melalui kelompok UPPKA.

5. Terjalin komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

Webinar Literasi Keuangan: Kampung Keluarga Berkualitas dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 telah terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi peserta. Materi yang disampaikan mampu meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi keuangan, kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan digital, serta pengembangan ekonomi keluarga melalui kewirausahaan dan UPPKA. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya keluarga yang mandiri, sejahtera, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Demikian laporan kegiatan Webinar Literasi Keuangan: Kampung Keluarga Berkualitas ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Diharapkan ilmu dan informasi yang diperoleh selama webinar dapat diterapkan oleh seluruh peserta dalam kehidupan sehari-hari serta disebarluaskan kepada masyarakat guna mendukung keberhasilan Program Bangga Kencana dan pembangunan keluarga berkualitas.