Selasa, 26 Mei 2026, menindaklanjuti Surat Kementerian Kesehatan Poltekkes Denpasar Nomor DP.02.02/F.XXIV/4423/2026 tanggal 20 Mei 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Buleleng melalui Bidang PPKB mengikuti kegiatan Analisis Situasi dan Sosialisasi Program INEY (Investing in Nutrition and Early Years) Fase II Kementerian Kesehatan Tahun 2026 yang bertempat di Ruang Rapat Wijaya Kusuma RSUD Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan program percepatan penurunan stunting melalui pendekatan lintas sektor yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi, kesehatan ibu dan anak, serta penguatan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program INEY Fase II diarahkan untuk mendukung implementasi kebijakan nasional dalam upaya pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Kabupaten Buleleng menjadi salah satu daerah lokus pelaksanaan advokasi dan sosialisasi Program INEY di Provinsi Bali. Dalam kegiatan ini dilakukan pemaparan terkait kondisi dan analisis situasi stunting, tren status gizi balita Provinsi Bali Tahun 2021–2024, serta penguatan koordinasi lintas perangkat daerah dalam mendukung konvergensi percepatan penurunan stunting.
Turut hadir perangkat daerah terkait antara lain Bappeda Kabupaten Buleleng, Dinas PMD PPKB Kabupaten Buleleng, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, serta Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana, kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Dalam pemaparan program disampaikan target penurunan prevalensi stunting nasional tahun 2025–2045, yaitu 18,8% pada tahun 2025, 17,5% pada tahun 2026, 14,2% pada tahun 2029, hingga mencapai 5% pada tahun 2045. Meskipun prevalensi stunting Indonesia pada tahun 2024 telah berada di angka 19,8%, namun masih diperlukan upaya yang lebih optimal, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk mencapai target RPJMN dan target pembangunan jangka panjang nasional.
Diiharapkan terbangun sinergitas lintas sektor dalam mendukung program percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, penguatan edukasi keluarga, serta optimalisasi peran pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Kabupaten Buleleng.