Kamis, 4 Juni 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) menghadiri kegiatan Pembinaan Kesehatan Reproduksi yang dilaksanakan di Aula SLB Negeri 1 Buleleng. Dalam kegiatan ini, Bidang PPKB diwakili oleh JF Penata KKB, I Gusti Ayu Asrini, S.H., Penata Layanan Operasional Ni Kd Sudiastini, serta Masjuni.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala SLB Negeri 1 Buleleng, perwakilan BKKBN Provinsi Bali yang pada kesempatan ini dihadiri oleh Katimja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, serta Duta Genre Provinsi Bali. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang yang terdiri dari siswa dan siswi SLB Negeri 1 Buleleng.
Kegiatan dibuka oleh Katimja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Provinsi Bali yang menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran remaja mengenai pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, termasuk bagi kelompok risiko tinggi, khususnya anak penyandang disabilitas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas akses informasi kesehatan reproduksi yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran remaja kelompok risiko tinggi terhadap berbagai isu kesehatan reproduksi, serta mendorong terbentuknya perilaku yang lebih positif dan bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan diri. Pembinaan kesehatan reproduksi yang tepat dan berkelanjutan menjadi langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang remaja yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
Untuk mendukung efektivitas penyampaian materi, kegiatan ini dibantu oleh tiga orang guru sebagai penerjemah. Metode pembelajaran dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil sehingga komunikasi antara narasumber dan peserta dapat berlangsung lebih interaktif, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh antusiasme, dan mendapat respons positif dari para peserta. Diharapkan melalui pembinaan ini, para remaja penyandang disabilitas semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.