(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Orientasi Verval KRS (Verifikasi dan Validasi Keluarga Berisiko Stunting) bagi Petugas Pengumpul Data Tahun 2026

Admin dispmdppkb | 01 Juli 2026 | 24 kali

Rabu, 1 Juli 2026 pukul 09.00 WITA s.d selesai melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali tentang *Orientasi Verval KRS (Verifikasi dan Validasi Keluarga Berisiko Stunting) bagi Petugas Pengumpul Data Tahun 2026* Kegiatan dibuka oleh Plt. Sekretaris BKKBN Provinsi Bali, Ibu Putu Utami Listia Dewi dilanjutkan penyampaian materi oleh Ketua Tim Kerja Data dan Teknologi Informasi BKKBN Provinsi Bali Ibu Putu Eka Aristyani, S.Kom, MM dan Ibu Ni Putu Eka Pertiwi Widhiani.

Kegiatan dilakukan guna memberikan pengarahan kepada pengumpul data agar kompeten dalam melakukan kegiatan Verval KRS/ Verifikasi dan Validasi Keluarga Berisiko Stunting untuk  mendapatkan data yang valid akurat dan terkini, serta menjadikan pengumpul data yang penuh tanggung jawab, ketelitian dan verifikasi yg benar sesuai kondisi lapangan. 

Verval KRS (Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Berisiko Stunting) adalah proses kegiatan membandingkan data keluarga berisiko stunting yang bersumber dari hasil Pendataan Keluarga dan pemutakhirannya dengan kondisi terkini di lapangan melalui kunjungan, wawancara dan observasi keluarga sasaran. Kegiatan Verval KRS Periodik/momentum dilaksanakan pada 1 Juli s.d 31 Agustus 2026. Sasaran prioritas kegiatan ini adalah Keluarga Baru, Keluarga dengan ibu hamil, Keluarga punya anak umur 0 s.d 59 bulan.

Lokus kegiatan ini semua desa di Provinsi Bali, metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi melalui kunjungan rumah ke rumah. Instrumen menggunakan Smartphone aplikasi _sigamobile_, Pelaksana pengumpul data oleh IMP Bangga Kencana(PPKBD dan SubPPKBD) dibawah supervisi PKB/PLKB. Pembiayaan menggunakan Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB). Pertanyaan pada Verval KRS meliputi Data Individu anggota keluarga, identifikasi keluarga sasaran, penapisan faktor risiko, kepemilikan aset, kondisi rumah dan pendampingan.