(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Rapat Koordinasi (Rakor) Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro)

Admin dispmdppkb | 28 April 2026 | 78 kali

Selasa, 28 April 2026 — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) menghadiri undangan Rapat Koordinasi (Rakor) Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang dilaksanakan di Ruang Meeting Lovina Haven, Jalan Seririt–Singaraja, Kecamatan Banjar.


Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang PPKB, Bdn. Nyoman Mandayani, SST.Keb., M.A.P., serta Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda, Ni Nyoman Triputrini, SKM. Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang gizi, KIA, dan kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.


Pada sesi pemaparan materi (termin pertama), terdapat tiga narasumber yang menyampaikan materi strategis. Narasumber pertama, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, memaparkan mengenai peran serta Tim Penggerak PKK dalam mendukung layanan gizi, KIA, dan kesehatan reproduksi melalui pemberdayaan keluarga. Disampaikan bahwa keluarga memiliki peran kunci dalam membentuk perilaku hidup sehat serta memastikan pemenuhan gizi yang optimal bagi ibu dan anak.


Selanjutnya, pemaparan kedua disampaikan oleh Bappeda Kabupaten Buleleng yang mengulas tentang dukungan pemerintah daerah dalam penguatan layanan gizi, KIA, dan kespro, khususnya melalui perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi serta berbasis data. Materi ketiga disampaikan oleh BPJS Kesehatan yang menyoroti peran aktif BPJS dalam mendukung akses dan keberlanjutan layanan kesehatan, termasuk layanan gizi, KIA, dan kesehatan reproduksi bagi masyarakat.


Pada termin kedua, pemaparan diawali oleh Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang menyampaikan kebijakan terkait implementasi jejaring layanan gizi, KIA, dan kesehatan reproduksi. Dalam pemaparannya ditekankan pentingnya penguatan sistem rujukan serta integrasi layanan antar fasilitas kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh.


Sebagai penutup, Kepala Puskesmas Tejakula I memaparkan praktik baik (best practice) dalam pelaksanaan layanan terintegrasi gizi, KIA, dan kesehatan reproduksi yang melibatkan lintas program dan lintas sektor. Praktik ini diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat direplikasi di wilayah lain dalam rangka meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.


Melalui kegiatan rakor ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan gizi, KIA, dan kesehatan reproduksi. Sinergi yang baik diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng