(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam pelaksanaan edukasi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Dusun Munduk, Desa Anturan

Admin dispmdppkb | 18 Mei 2026 | 35 kali

Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam pelaksanaan edukasi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Dusun Munduk, Desa Anturan. Senin, 18 Mei 2026 


Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pelatihan dan edukasi gizi yang telah dilaksanakan kepada Kader DASHAT tingkat kabupaten, termasuk terkait pengisian Raport Konsumsi Menu Bergizi, rekap keluarga sasaran intervensi, serta daftar hadir peserta sosialisasi pembiasaan konsumsi menu sehat dan bergizi.


Selain itu, kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga membahas berbagai kendala dan hambatan yang ditemukan selama proses pendampingan pembiasaan konsumsi menu bergizi kepada KRS selama 30 hari, menganalisa permasalahan tumbuh kembang dan status kesehatan keluarga sasaran berdasarkan hasil rekapitulasi intervensi, serta mendiskusikan solusi dan tindak lanjut kegiatan ke depan. Dalam kesempatan ini juga ditegaskan bahwa Penyuluh KB/PLKB wajib melakukan pencatatan dan pelaporan seluruh hasil intervensi kegiatan ke dalam website Kampung Keluarga Berkualitas.


Kegiatan ini diwakili oleh Fungsional Umum, Wiwin Dia Hastuti, didampingi oleh Penata Layanan Operasional, Gede Endi Mardana Yasa, S.Pd, serta Operator Layanan Operasional, Km. Tri Kurnia Dewi.


Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Desa Anturan beserta staf desa, KPM, PLKB, Kader DASHAT, serta keluarga risiko stunting (KRS).


Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan masih terdapat beberapa kendala di lapangan, diantaranya ketidakpahaman dalam pengisian formulir, penentuan sasaran intervensi, keterbatasan SDM, keterbatasan waktu kunjungan dan pendampingan, serta belum dapat direalisasikannya transport kader akibat hambatan regulasi, yang berdampak pada menurunnya semangat kader dalam melaksanakan kunjungan dan pendampingan kegiatan.


Diharapkan koordinasi, pemahaman teknis, dan kualitas pendampingan kepada keluarga risiko stunting dapat terus ditingkatkan guna mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.