Selasa, 23 Juni 2026 (Pkl. O9.00 – 12.00 Wita) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Buleleng (DPMDPPKB) melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) mengikuti kegiatan Webinar dengan Topik “ Kesehatan Reproduksi Untuk Semua Seri Anak dan Remaja .
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kapasitas orang tua, guru, pendamping, serta masyarakat mengenai pendidikan kesehatan reproduksi yang efektif, inklusif, dan ramah bagi anak dan remaja, khususnya anak berkebutuhan khusus. Webinar ini juga merupakan tindak lanjut dari upaya penguatan edukasi kesehatan reproduksi, perlindungan anak, serta pencegahan kekerasan seksual melalui peningkatan pemahaman tentang perkembangan seksual, pubertas, perlindungan diri, dan kolaborasi antara keluarga, sekolah, serta tenaga profesional. Webinar ini diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dengan menampilkan 2 narasumber Ahli yaitu Deandra Kusuma, M.Psi., Psikolog dan Ni Putu Dita Nopialestari, S.Ag dari SLB Pradnyagama Denpasar.
Peserta kegiatan terdiri dari ASN BKKBN, OPD-KB, Guru SLB, Orang Tua /Pengasuh Anak Berkebutuhan Khusus, Pengasuh, Mahasiswa, Penyuluh KB/PLKB, Kader/ TPK, dan Masyarakat Umum di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bali . Dari Bidang PPKB diikuti oleh Fungsional Umum pada DPMDPPKB Kabupaten Buleleng, yaitu Wiwin Dia Hastuti selaku Pengelola Data dan Informasi. Kegiatan diikuti secara aktif hingga selesai.
Kegiatan ini merupakan Forum edukasi, pembelajaran, berbagi pengalaman (sharing experience), kolaborasi, dan diskusi mengenai kesehatan reproduksi anak dan remaja, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), guna meningkatkan pengetahuan serta keterampilan orang tua, guru, pendamping, dan tenaga profesional dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang efektif, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan anak. Adapun sesi dalam webinar ini adalah :
• Sharing pengalaman mengenai tantangan dan urgensi pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah luar biasa (SLB).
• Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pihak terkait dalam mendampingi anak.
• Metode dan media pembelajaran kesehatan reproduksi yang efektif dan inklusif.
• Studi kasus dan praktik baik sebagai sarana diskusi dan pembelajaran.
• Sesi tanya jawab
Dari webinar ini diharapkan peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang efektif dan inklusif kepada anak dan remaja, khususnya anak berkebutuhan khusus, sehingga anak mampu memahami perubahan pada dirinya, menjaga kesehatan reproduksi, melindungi diri dari kekerasan seksual, serta terjalin kolaborasi yang baik antara orang tua, sekolah, dan tenaga profesional dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan serta sebagai bahan tindak lanjut dukungan terhadap pelaksanaan Program Bangga Kencana, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas melalui penguatan fungsi keluarga, peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, pengasuhan yang tepat, serta perlindungan anak dari kekerasan dan pelecehan seksual. Dengan meningkatnya kapasitas orang tua, pendidik, dan pendamping, diharapkan pendidikan kesehatan reproduksi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga maupun sekolah, sehingga anak dan remaja mampu menjaga kesehatan reproduksinya, melindungi diri, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.