(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)

Admin dispmdppkb | 12 Mei 2026 | 56 kali

Selasa, 12 Mei 2026 — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam pelaksanaan edukasi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) di BD. Kayu Putih, Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada.


Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pelatihan dan edukasi gizi yang telah dilaksanakan kepada Kader DASHAT tingkat kabupaten, termasuk pengisian Raport Konsumsi Menu Bergizi, Rekap Keluarga Sasaran Intervensi, serta Daftar Hadir Peserta Sosialisasi Pembiasaan Konsumsi Menu Sehat Bergizi. Selain itu, kegiatan ini juga membahas berbagai kendala dan hambatan yang ditemukan selama proses pendampingan pembiasaan konsumsi menu bergizi kepada KRS selama 30 hari.


Monitoring dan evaluasi juga difokuskan pada analisis permasalahan tumbuh kembang dan status kesehatan Keluarga Risiko Stunting berdasarkan hasil rekapitulasi intervensi yang telah dilakukan. Dari hasil pembahasan tersebut, dilakukan diskusi terkait solusi dan tindak lanjut kegiatan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program DASHAT di lapangan. Dalam kegiatan ini juga ditegaskan bahwa Penyuluh KB/PLKB wajib melakukan pencatatan dan pelaporan seluruh hasil intervensi kegiatan ke dalam website Kampung Keluarga Berkualitas.


Kegiatan ini diwakili oleh Fungsional KKB, I Gusti Ayu Asrini, SH, serta didampingi oleh Penata Layanan Operasional Putu Renita, SH dan Gede Endi Mardana Yasa, S.Pd. Turut hadir dalam kegiatan ini Ibu Mekel Desa Kayu Putih, Kepala Dusun, PLKB, Kader DASHAT, serta Keluarga Risiko Stunting (KRS).


Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan masih terdapat beberapa kendala di lapangan, di antaranya kurangnya pemahaman dalam pengisian form atau format laporan sehingga beberapa data belum terisi lengkap, kendala dalam penentuan sasaran, keterbatasan sumber daya manusia, serta keterbatasan waktu kunjungan dan pendampingan. Selain itu, belum dapat direalisasikannya transport kader akibat hambatan regulasi turut mempengaruhi semangat kader dalam melaksanakan kunjungan dan pendampingan kepada keluarga sasaran. Melalui kegiatan ini diharapkan pelaksanaan program DASHAT dapat berjalan lebih optimal dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.