Senin, 27 April 2026 — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) mengikuti kegiatan Zoom Meeting yang mengangkat tema “Pembentukan Keluarga Berkualitas Berawal dari Harmoni Suami dan Istri.” Pada kesempatan ini, turut hadir Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda I Gusti Komang Widiarta, SE beserta staf Gede Sukare.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat, khususnya para suami, terhadap pentingnya keterlibatan pria dalam program Keluarga Berencana (KB). Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa selama ini beban penggunaan alat dan metode kontrasepsi masih didominasi oleh perempuan, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai efek samping maupun risiko kesehatan. Oleh karena itu, keterlibatan pria dalam KB menjadi solusi yang lebih adil dan bijaksana, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan pasangan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa peran suami tidak hanya sebatas mendukung, tetapi juga sebagai mitra sejajar dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan keluarga, termasuk dalam menentukan jumlah dan jarak kelahiran anak. Keterlibatan aktif suami diyakini mampu menciptakan hubungan yang lebih harmonis, saling menghargai, dan penuh kesadaran dalam membangun keluarga yang berkualitas.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber ahli yang memberikan penjelasan komprehensif mengenai metode KB pria, khususnya vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP). Disampaikan bahwa vasektomi merupakan prosedur medis yang aman, sederhana, dan memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan. Prosesnya relatif cepat, minim risiko, serta tidak memengaruhi kemampuan seksual maupun produktivitas pria dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan melalui testimoni inspiratif dari influencer yang telah menjalani vasektomi. Dalam pengalamannya, disampaikan bahwa keputusan mengikuti KB pria memberikan dampak positif terhadap kehidupan rumah tangga, antara lain meningkatkan ketenangan dalam perencanaan keluarga, mengurangi kekhawatiran akan kehamilan yang tidak direncanakan, serta mempererat hubungan emosional antara suami dan istri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta, khususnya para suami, dapat mengubah pola pikir bahwa program KB bukan hanya menjadi tanggung jawab istri, melainkan tanggung jawab bersama dalam keluarga. Dengan meningkatnya partisipasi pria dalam program KB, diharapkan dapat terwujud keluarga yang lebih sehat, sejahtera, dan berkualitas, serta mendukung keberhasilan program pengendalian penduduk secara berkelanjutan.
Mari bersama-sama mewujudkan keluarga harmonis melalui peran aktif suami dalam program KB. Karena keluarga berkualitas dimulai dari kesadaran, kepedulian, dan kerja sama yang kuat antara suami dan istri.