Senin, 13 April 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melalui Bidang LKD UEM melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lomba Telajakan Tahun 2026.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini dilaksanakan di tiga (3) lokasi, yaitu Kelurahan Beratan Kecamatan Buleleng, Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada, dan Desa Bengkel Kecamatan Busungbiu. Pelaksanaan monev ini bertujuan untuk menilai kesiapan desa/kelurahan dalam mengikuti lomba telajakan sekaligus memberikan pembinaan langsung kepada masyarakat terkait penataan telajakan yang baik, berkelanjutan, dan bernilai estetika.
Lomba telajakan sendiri merupakan salah satu upaya strategis dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menata ruang terbuka di depan pekarangan rumah maupun fasilitas umum. Telajakan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memiliki nilai ekologis, sosial, dan budaya yang sangat penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari sesuai dengan konsep kearifan lokal Bali.
Adapun tujuan utama dari pelaksanaan lomba telajakan ini adalah:
* Menumbuhkan kreativitas dan inovasi masyarakat dalam penataan ruang terbuka
* Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan
* Mendorong pemanfaatan telajakan secara optimal dan berkelanjutan
* Menguatkan nilai-nilai kearifan lokal dalam penataan lingkungan desa/kelurahan
* Mewujudkan Bali yang bersih, hijau, dan lestari
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kriteria dan aspek penilaian yang menjadi acuan, yaitu:
* Kesesuaian fungsi telajakan, sebagai ruang terbuka yang memiliki manfaat ekologis dan sosial
* Keindahan dan estetika, mencakup tata letak, kombinasi tanaman, dan harmonisasi visual
* Kebersihan dan kerapian, yang mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan
* Keanekaragaman dan kesehatan tanaman, termasuk jenis tanaman yang digunakan serta perawatannya
* Unsur kearifan lokal dan kreativitas, yang menunjukkan ciri khas budaya Bali dalam penataan telajakan
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilaksanakan, diperoleh beberapa temuan dan catatan penting sebagai berikut:
1, Kelurahan Beratan
Secara umum, keberadaan telajakan di wilayah ini sudah cukup baik dan hampir merata, baik di depan rumah warga maupun di area fasilitas umum. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan ruang terbuka. Namun demikian, masih diperlukan penataan ulang pada beberapa titik untuk meningkatkan kebersihan, kerapian, dan keseragaman, sehingga dapat memberikan nilai estetika yang lebih optimal.
2, Desa Pegadungan
Penataan telajakan di wilayah ini masih belum optimal dan belum merata. Beberapa lokasi terlihat belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai telajakan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi serta pelaksanaan kegiatan gotong royong secara berkelanjutan guna mendorong penataan telajakan yang lebih baik dan terstruktur.
3, Desa Bengkel
Di Desa Bengkel, ditemukan salah satu contoh telajakan pada rumah warga yang sudah tertata dengan sangat baik, rapi, serta terawat. Telajakan tersebut direncanakan akan diusulkan oleh pihak desa untuk mengikuti lomba telajakan tingkat selanjutnya. Namun demikian, untuk telajakan pada fasilitas umum masih perlu dilakukan penataan dan pembenahan secara bersama-sama agar dapat mendukung penilaian secara keseluruhan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan desa dan kelurahan dapat terus meningkatkan kualitas penataan telajakan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan, keindahan, serta kelestarian lingkungan.
Ke depan, Lomba Telajakan diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan, sejalan dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Bali.