Kamis, 26 Februari 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng mengikuti Zoom Meeting dalam rangka Penguatan Indeks Informasi Metode KB (MII) dan Indeks Kualitas Pelayanan KB (IKP) Regional 3, yang dilaksanakan di ruang rapat Dinas PMDPPKB Kabupaten Buleleng.
Kegiatan diawali dengan laporan pengantar oleh Direktur Bina Kualitas Pelayanan KB yang menyampaikan bahwa tujuan pertemuan ini adalah memberikan penyegaran (refreshing) kepada para tenaga kesehatan (nakes) dan provider layanan KB terkait konseling KB. Hal ini sejalan dengan dua indikator RENSTRA pada kedeputian KBKR, khususnya Direktorat terkait, yaitu Indeks Informasi Metode KB (MII) dan Indeks Kualitas Pelayanan KB (IKP) yang telah ditetapkan sebagai tolok ukur kualitas pelayanan KB.
Disampaikan bahwa kualitas pelayanan KB yang diterima akseptor melalui konseling interpersonal dan pelayanan profesional menjadi kunci dalam menekan angka drop-out peserta KB yang cenderung meningkat. Adapun komponen dalam Metode Information Index (MII) meliputi:
Informasi tentang alat, obat, dan cara penggunaan KB.
Informasi mengenai efek samping.
Informasi tentang tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi efek samping.
Melalui penerapan metode ini, diharapkan para nakes dan provider dapat memberikan pelayanan serta konseling KB secara efektif dan partisipatif guna meningkatkan kualitas pelayanan KB.
Kegiatan dibuka oleh Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi yang dalam sambutannya menekankan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian, yaitu:
* Indikator yang dilihat dari angka drop-out.
* MII (Metode Information Index).
* Indeks Kualitas Pelayanan KB.
Disampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir (2024–2025), angka drop-out mengalami peningkatan hingga mencapai 23,9%. Hal ini menjadi peringatan bagi tenaga kesehatan dan petugas lini lapangan agar lebih optimal dalam melakukan input data, pendampingan, serta pelaksanaan konseling/KIE kepada kader dan akseptor guna menghindari peningkatan drop-out.
Petugas lapangan juga ditekankan untuk memanfaatkan setiap kesempatan, termasuk saat mengantar MBG hingga ke 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD), dengan memberikan konseling dan edukasi KB secara maksimal.
Selanjutnya, materi disampaikan oleh dr. Cepi Teguh Pramayadi yang memaparkan tentang:
* Indeks Informasi Metode KB (MII).
* Indeks Kualitas Pelayanan KB (IKP).
Kegiatan ini diikuti secara daring oleh staf Bidang PPKB Dinas PMDPPKB Kabupaten Buleleng.
Acara ditutup oleh Direktur Kualitas Pelayanan KB Kementerian yang diwakili oleh Dr. Sanfan Zakaria, dengan harapan setelah pemaparan terkait MII, IKP, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan, seluruh peserta mampu mengimplementasikan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan KB di daerah masing-masing.