Rabu, 8 April 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) mengikuti kegiatan Zoom Meeting terkait Gerak Bersama untuk 1000 HPK dari Advokasi ke Aksi.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh KEMENDUKBANGGA/BKKBN dan dihadiri oleh Unsur Pemerintah Pusat (Pejabat dari Kemendukbangga/BKKBN (pusat), Narasumber nasional terkait percepatan penurunan stunting, Perwakilan kementerian/lembaga terkait (Kemenkes, Kemendagri, dll)), Unsur Pemerintah Daerah (Dinas yang membidangi: Pengendalian penduduk dan KB (PMDPPKB/DP3AP2KB), Kesehatan,Bappeda (terkait perencanaan program)), UnsurTenaga Lini Lapangan (PKB/PLKB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader lapangan (kader KB, kader PKK)), Unsur Tenaga Kesehatan (Bidan,Tenaga gizi,Petugas puskesmas), Unsur Mitra dan Organisasi Kemasyarakatan (TP PKK, Organisasi profesi (IBI, PPNI, dll),Lembaga swadaya masyarakat/mitra Pembangunan),Unsur Akademisi dan Praktisi (Perguruan tinggi, Praktisi komunikasi perubahan perilaku (behavior change).
Pertemuan ini bersifat lintas sektor, sehingga yang dihadirkan bukan hanya dari BKKBN saja, tetapi seluruh pihak yang berperan dalam intervensi 1000 HPK dan percepatan penurunan stunting, dari tingkat pusat hingga kader di lapangan.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui zoom meeting dan kanal youtube live streaming @Kemendukbangga_BKKBN, Dimana kegiatan ini bertujuan untuk mengubah pendekatan dari advokasi (perencanaan dan komitmen) menjadi aksi nyata (perubahan perilaku dan intervensi langsung) dalam upaya percepatan penurunan stunting pada 1000 HPK.
Adapun peserta yang mewakili dari Bidang PPKB adalah Wiwin Dia Hastuti selaku pengelola data dan informasi Dinas PMDPPKB.
Adapun yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi :
1. Penguatan Konsep 1000 HPK
Pentingnya periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa emas tumbuh kembang anak
Dampak kekurangan gizi pada masa ini terhadap risiko stunting
2. Peran Advokasi dalam Percepatan Penurunan Stunting
Strategi advokasi kepada pemangku kepentingan (pemerintah daerah, lintas sektor)
Penguatan komitmen dan kebijakan berbasis data
3. Perubahan Perilaku sebagai Kunci Intervensi
Pentingnya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)
Fokus pada perubahan perilaku keluarga sasaran, seperti:
4. Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK)
Pendampingan langsung kepada keluarga berisiko stunting
Edukasi dan monitoring melalui aplikasi (misalnya Elsimil)
Kunjungan rumah dan pencatatan perkembangan keluarga
5. Kolaborasi Lintas Sektor
Sinergi antara OPD, tenaga kesehatan, PKK, dan kader lapangan
Integrasi program pusat dan daerah
6. Pemanfaatan Data dan Digitalisasi
Penggunaan aplikasi dan dashboard untuk pemantauan
Pentingnya data akurat dalam pengambilan keputusan
7. Dari Perencanaan ke Aksi Nyata
Penekanan bahwa advokasi harus ditindaklanjuti dengan aksi konkret di lapangan
Contoh praktik baik (best practices) dari daerah
8. Monitoring dan Evaluasi
Pengukuran capaian program
Evaluasi berkala untuk perbaikan intervensi
Melalui kegiatan ini diharapkan terciptanya perubahan nyata di lapangan dalam upaya percepatan penurunan stunting, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).