(0362) 22488
dispmdppkb.buleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana

Zoom Meeting Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Rekomendasi Kebijakan Pembangunan Ekosistem Bahasa Isyarat Disabilitas”

Admin dispmdppkb | 12 Mei 2026 | 22 kali

Selasa, 12 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan Zoom Meeting Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Rekomendasi Kebijakan Pembangunan Ekosistem Bahasa Isyarat Disabilitas” yang diselenggarakan oleh Direktorat Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan dan Kebudayaan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.


Pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan Surat Direktur Kebijakan Pembangunan dan Kebudayaan Nomor B-516/II.3.2/BB.01.00/5/2026 tanggal 6 Mei 2026 tentang Permohonan Audiensi, Pengumpulan dan Konfirmasi Data dalam rangka Penyusunan Naskah Rekomendasi Kebijakan “Pembangunan Ekosistem Bahasa Isyarat Disabilitas Tuli”. 


Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dan data terkait pengembangan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas tuli, mendukung penyusunan rekomendasi kebijakan oleh BRIN, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas.


Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan arahan dan sambutan dari Asdep Kesejahteraan Lanjut Usia dan Disabilitas Kemenko PMK, sambutan dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Buleleng, serta arahan dan pembukaan kegiatan oleh Direktur Pembangunan Manusia, Kependudukan dan Kebudayaan BRIN. Selanjutnya, Ketua Tim Kajian, Inayah Hidayati, menyampaikan paparan mengenai hasil sementara kajian pembangunan ekosistem bahasa isyarat disabilitas tuli yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi terpimpin bersama seluruh peserta kegiatan.


Dalam kegiatan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional menyampaikan hasil sementara kajian terkait pembangunan ekosistem bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas tuli. Peserta FGD turut memberikan berbagai masukan mengenai kondisi pelayanan, aksesibilitas, kebutuhan penyandang disabilitas tuli di daerah, serta pentingnya kolaborasi antar perangkat daerah dan lembaga terkait dalam mendukung kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Hasil diskusi dan berbagai masukan yang diperoleh akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan oleh BRIN bersama Kemenko PMK.


Secara umum, kegiatan Focus Group Discussion (FGD) berjalan dengan lancar, tertib, dan interaktif. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya kebijakan pembangunan ekosistem bahasa isyarat disabilitas yang lebih inklusif serta mampu memperkuat pemenuhan hak penyandang disabilitas tuli di Indonesia.